Hubungi Kami :

Ema 082133431585

Showroom dan Workshop :
Jl. Parangtritis Km.9 Bantul Yogyakarta

Share:

KOSTUM DRUM BAND

            Kita ketahui saat ini fashion mode semakin berkembang pesat hal ini disebabkan meningkatnya jumlah desainer muda di dunia yang memberi dampak besar di Indonesia. Banyak kita temui berbagai macam bentuk pakaian yang digunakan setiap orang baik berupa pakaian santai, pakaian kerja, pakaian tidur, pakaian pesta, atau pakaian yang digunakan untuk festifal atau even-even tertentu. Saat ini banyak anak muda yang selalu ingin tampil modis agar terkesan gaul atau kekinian  di mata orang lain, sehingga mereka selalu update dengan mode pakaian yang digunakan tiap tahunnya. Begitu pula dalam dunia drum band , fashion mode kostum drum band juga berkembang tiap tahunnya hal ini disebabkan dengan munculnya berbagai desain baru di para pengrajin kostum drum band, hal ini di maksudkan untuk menarik pelanggan baru dan menjaga pelanggan lama agar tetap loyal menjadi konsumen perusahan pengrajin tersebut.
            Sebelum membahas lebih dalam tentang kostum drum band semestinya kita ketahui dulu pengertian, macam dan fungsi dari setiap kostum drum band yang ada agar lebih mudah bagi kita untuk mengetahui dengan baik .
            Secara garis besar pengertian kostum adalah pakaian atau seragam khusus yang digunakan baik secara perorangan , regu, rombongan maupun kesatuan. Dari pengertian kostum maka dapat kita simpulkan pengertian kostum drum band adalah pakaian atau seragam yang digunakan secara perorangan atau rombongan yang dipakai dalam kegiatan drum band. Kostum drum band terdiri dari beberapa macam antara lain :
1.      Kostum Mayoret : Kostum khusus yang di pakai oleh seorang leader ( wanita ) dalam suatu parade drum band.
2.      Kostum Mayor : Kostum khusus yang di pakai oleh seorang leader ( Pria ) dalam suatu parade drum band.
3.      Kostum Gita Pati : Kostum khusus yang di pakai oleh co leader / pendamping mayoret dalam suatu parade drum band
4.      Kostum Pasukan : Kostum yang dipakai oleh kelompok inti dari suatu kelompok drum band yang biasanya berwarna senada atau seragam.
5.      Kostum Color Guard / Pembawa Bendera : Kostum khusus yang dipakai oleh pembawa bendera atau pasukan cheers untuk memberi kesan meriah dalam suatu kelompok barisan drum band.
Setelah kita ketahui pengertian dari setiap kostum alangkah baiknya kita ketahui pula fungi dari setiap kostum tersebut , Secara umum berbagai macam kostum drum band memiliki fungsi masing-masing , dan fungsi tersebut antara lain :
1.      Kostum Mayoret : kostum ini dipakai oleh seorang leader wanita berfungsi sebagai pemimpin dalam suatu pertunjukan drum band yang mengatur jalannya suatu pertunjukan menggunakan stick mayoret , baik berupa variasi gerakan maupun lagu atau musik yang di mainkan oleh suatu barisan atau kelompok drum band.
2.      Kostum Mayor : kostum ini dipakai oleh seorang leader pria berfungsi sebagai pemimpin dalam suatu pertunjukan drum band yang mengatur jalannya suatu pertunjukan menggunakan stick mayoret , baik berupa variasi gerakan maupun lagu atau musik yang di mainkan oleh suatu barisan atau kelompok drum band.
3.      Kostum Gita Pati : Kostum ini di pakai oleh seorang co leader / pendamping mayoret yang berfungsi membantu Mayoret / Mayor mengatur jalannya pertunjukan, biasanya dalam suatu kelompok drum band memiliki beberapa barisan, beberapa barisan inilah yang biasanya di atur oleh seorang Gita Pati.
4.      Kostum Pasukan : Kostum yang dipakai oleh kelompok inti dari suatu kelompok drum band barisan drum band yang berfungi sebagai identitas suatu kelompok drumband.
5.      Kostum Color Guard / Pembawa Bendera : Kostum khusus yang dipakai oleh pembawa bendera atau pasukan cheers yang berfungsi memberi kesan meriah dalam suatu kelompok barisan drum band.
Telah kita ketahui macam dan fungsi dari setiap kostum drum band dengan baik, maka sebagai seorang pemain maupun pelatih kita harus mampu memilih jika suatu saat kita akan membeli sebuah kostum drum band, agar meningkatkan nilai estetika dalam setiap pertunjukan drum band yang kita tampilkan, Dalam setiap pembelian kostum harus kita tentukan bahan yang nyaman yang tidak panas sehingga tidak menggangu kita saat menunjukan suatu persembahan drum band , pilih desain yang  simple tetapi tetap memberi kesan mewah dan modis serta kekinian agar mampu menarik penonton dalam suatu parade serta memberi nilai plus jikalau suatu parade drum band tersebut bertema perlombaan. Untuk ukuran kostum drum band jikalau digunakan oleh suatu lembaga atau sekolah alangkah baiknya menggunakan sistem size dan dibuat secara random atau acak agar suatu saat dapat digunakan oleh grup drum band tahun berikutnya, hal ini juga dimaksudkan agar dalam pembuatannya tidak banyak memakan waktu sehingga mempermudah pengrajin dalam pembuatannya.
Sebagai pemain drum band ada kalanya pihak sekolah atau lembaga yang bersangkutan memberi hadiah jika grup drum band tersebut meraih juara dalam suatu perlombaan drum band, hal tersebut dapat berupa uang pembinaan, pemotongan biaya administrasi sekolah, atau berupa benda real yaitu kostum drum band tersebut, yang dimaksudkan sebagai tanda mata atau kenangan untuk peserta drum band tersebut, Nah agar kostum drum band tersebut tetap terawat dengan baik kita harus menyimpannya dan merawatnya dengan benar , kostum drum band yang banyak payet jangan di sikat atau di cuci menggunakan mesin cuci hal ini dapat merusak kostum tersebut, untuk pencucian cukup direndam jangan terlalu lama agar warna tidak pudar,dan di kucek dengan tangan pada setiap bagian yang terlihat kotor seperti bagian leher , pergelangan tangan, pergelangan kaki, siku dan dan kerah, setelah kering simpan pada tempat yang kering menggunan hanger dan pelindung plastik.
Demikian sedikit pengetahuan tentang kostum semoga berguna bagi kita.



Share:

INSTRUMEN MUSIK TIUP MARCHING BAND

Instrumen musik tiup marching band
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
IInstrumen-instrumen musik tiup logam
Instrumen musik tiup marching band atau lebih dikenal dengan Marching brass merupakan instrumen-instrumen musik tiup logam yang telah didisain untuk dimainkan sambil berjalan, umumnya instrumen musik tersebut digunakan dalam penampilan marching band. Perbedaan utama dengan instrumen musik tiup logam lainnya umumnya terdapat pada corong yang menghadap ke depan (bell-front), menggunakan sistem katup (antara tiga hingga empat katup), dan artikulasi yang dirancang untuk penampilan di lapangan terbuka (outdoor). Corong yang menghadap ke muka berfungsi untuk membuat suara yang dihasilkan dapat terproyeksi ke arah depan sesuai dengan posisi yang umumnya dipilih oleh penonton dalam sebuah pertunjukan marching band.
• 1 Terompet
• 2 Mellophone
• 3 Tenor Horn
• 4 Baritone Horn/Euphonium
• 5 Contra Bass/Tuba
• 6 Lihat pula
Terompet
Terompet dalam penampilan musik marching band digunakan sebagai soprano, umumnya memainkan melodi dalam musik. Meski demikian umumnya dalam aransemen musik marching band fungsionalitas soprano dibagi menjadi dua atau tiga kelompok untuk memainkan nada yang berbeda (biasanya mengisi rentang suara sopran, dan mezzo-sopran). DiIndonesia umumnya grup-grup marching band menggunakan terompet bernada dasar B
, namun terdapat pula grup-grup marching band yang menggunakan terompet bernada dasar G.

Mellophone
Mellophone merupakan instrumen musik tiup yang ditujukan sebagai pengisi suara alto-soprano. Penggunaan mellophone dalam marching band umumnya lebih diminati karena suara dan intonasi yang dihasilkannya lebih konsisten dibandingkan instrumen musik sejenis seperti French Horn. Jenis mellphone yang paling banyak digunakan umumnya bernada dasar F, namun banyak pula ditemukan instrumen bernada dasar G. Biasanya sebuah instrumen mellophone memiliki kemampuan untuk dimainkan dengan nada dasar G ataupun F dengan mengganti panjang pipa udara yang umumnya tersedia sebagai bagian dalam kelengkapan instrumen tersebut.
Tenor Horn
Tenor horn dalam kategori ini merupakan jenis instrumen musik tiup logam dalam keluarga trombone tenor yang telah didisain secara khusus untuk keperluan marching band. Instrumen ini tidak menggunakan sistem geser melainkan menggunakan sistem katup untuk memainkannya, dan panjang dari instrumen ini lebih pendek dari trombone biasa dengan pipa suara yang menggunakan model lipat seperti yang terdapat pada instrumen musik tiup lain: terompet, mellophone. Beberapa pabrikan kadang-kadang memberi nama secara khusus untuk instrumen ini, misalnya: dynabone. Umumnya instrumen tenor horn yang digunakan oleh grup marching band di Indonesia menggunakan nada dasar B
.

Baritone Horn/Euphonium
Meskipun memiliki fungsi yang sama dengan instrumen yang digunakan dalam pertunjukan orkestra, bentuk baritone horn ataueuphonium yang digunakan dalam penampilan marching band telah didis
ain secara khusus dengan corong menghadap ke muka dan umumnya telah dilengkapi dengan sistem tiga katup. Sesuai dengan namanya instrumen ini digunakan untuk mengisi suara dalam rentang nada baritone. Umumnya instrumen yang digunakan dalam penampilan marching band menggunakan nada dasar B.

Contra Bass/Tuba
Contra bass atau Tuba digunakan dalam penampilan musik marching band untuk mengisi suara dalam rentang nada bass. Perbedaan antara contra bass dan tuba terletak pada nada dasar yang digunakan pada instrum
en tersebut. Jika nada dasar yang digunakan pada instrumen tersebut adalah G maka disebut dengan contra bass, sebaliknya bila menggunakan nada dasar B maka dinamakan sebagai tuba. Seperti umumnya instrumen musik tiup logam yang digunakan dalam penampilan marching band, instrumen ini telah didisain pula untuk dimainkan sambil berjalan dengan corong menghadap ke depan. Namun berbeda dengan instrumen musik lainnya, karena ukurannya yang besar, untuk memainkan instrumen musik ini dilakukan dengan cara dipanggul.
Instrumen musik perkusi marching band
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Instrumen musik perkusi marching band atau disebut sebagai Marching percussion merupakan instrumen-instrumen musik perkusiyang didisain untuk dimainkan sambil berjalan dengan meletakkan drum pada alat pengait khusus (disebut dengan carrier) yang dikenakan oleh drummer. Drum-drum tersebut didisain dan disetem dengan artikulasi maksimum dan dilengkapi proyeksi suara karena aktivitas penggunaan yang umumnya di lapangan terbuka ataupun ruang tertutup yang luas. Instrumen ini biasanya digunakan oleh grupmarching band. Ensembel marching percussion sering pula disebut sebagai drumline atau battery. Tingkat kemampuan sebuah drumline tidak hanya bermain dengan baik, namun juga harus mampu untuk bermain dengan baik dalam tempo cepat ataupun lambat.
• 1 Snare drum
• 2 Drum tenor
• 3 Drum bass
• 4 Simbal
• 5 Pranala luar
Snare drum
Ukuran marching snare drum biasanya lebih dalam dari ukuran yang biasanya digunakan pada orkestra atau drumkit. Hal ini membuat suara yang dihasilkan menjadi lebih keras, sesuai dengan kebutuhannya untuk penggunaan di lapangan terbuka. Ukuran standar (diameter x kedalaman) adalah 13×11 dan 14×12 inci dengan berat antara 16-45 lb. Ukuran yang lebih kecil (13×9) akhir-akhir ini menjadi populer digunakan untuk kebutuhan penggunaan di lapangan tertutup. snare drum “high tension” modern dikembangkan sebagai jawaban atas tensi membran yang lebih tinggi yang dimungkinkan karena pemanfaatan serat fiber, atau kevlar. Drum tensi tinggi pertama kali dikembangkan oleh Legato di Australia, dan menjadi lebih sempurna saat mulai digunakan pada marching band.

Drum tenor
Marching band modern umumnya menggunakan multi-tenor, yang terdiri atas beberapa tom-tom yang dimainkan oleh seorang drummer. Bagian bawah drum biasanya terbuka dan dipotong menyiku untuk memproyeksikan suara ke arah depan. membran head menggunakan double-ply PET film untuk meningkatkan kualitas proyeksi suara. Alat ini umumnya dimainkan dengan menggunakan malet yang terbuat dari kayu atau aluminimum dengan ujung berbentuk bundar terbuat dari nilon.
Teknik permainan tenor drum umumnya berbeda dengan teknik yang digunakan untuk bermain snare drum, lebih mirip seperti bermain timpani karena membran dipukul biasanya lebih dekat pada sisi-sisinya dibandingkan bagian di tengah membran. Bentuk pukulan seperti ini menghasilkan suara yang lebih nyaring.
Drum tenor umumnya terdiri dari tom-tom berukuran 10, 12,13, dan 14 inci yang diatur membentuk busar, seringkali dengan tambahan satu atau dua buah tom yang lebih kecil (berukuran 6 atau 8 inci) di sisi sebelah dalam.

Drum bass
Ukuran drum bass yang digunakan pada ensembel perkusi modern bervariasi, dengan lebar universal 14 inci, dan diameter 14 inci dan bertambah setiap 2 inci. Membran drum biasanya terbuat dari PET film lembut berwarna putih. Tidak seperti snare drum dan drum tenor, drum bass dimainkan oleh drummer dari kedua sisinya. Umumnya sebuah drum line menggunakan 4 hingga 6 jenis drum bass dengan ukuran yang berbeda-beda, tiap satu drum bass dimainkan oleh seorang drummer.

Simbal
Simbal dalam marching band tidak dimainkan dengan tujuan yang sama seperti orkestra. Ada perubahan pada grip simbal yang dibuat khusus untuk kebutuhan marching band. Simbal marching band biasanya terdiri atas dua keping yang terpasang pada ke dua tangan pemainnya. Untuk memainkan simbal marching band kedua kepingan itu diadu satu dengan lainnya sehingga menghasilkan suara. Jumlah pemain simbal tiap-tiap grup marching band bisa berbeda-beda sesuai dengan kebutuhannya.
Mayoret
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Mayoret merupakan seseorang yang melakukan aksi tari, atau gerakan dalam suatu penampilan parade drum band dengan menggunakan sebuah tongkat mayoret yang disebut dengan baton. Biasanya mayoret diperankan oleh seorang wanita, namun pada perkembangannya peran mayoret ini bisa pula dilakukan oleh laki-laki, umumnya ditemukan pada grup drum band kemiliteran. Peran mayoret awalnya merupakan asimilasi dari peranpemandu sorak yang diadaptasikan sedemikian rupa dalam penampilan parade drum band untuk menyeimbangkan dinamisasi pertunjukan dari kesan peran kaku pada barisan para pemain instrumen musik (termasuk di dalamnya pemain instrumen musik tiup dan perkusi). Seorang mayoret dapat melakukan berbagai macam aksi dalam penampilannya seperti memutar-mutar tongkat, bayonet, tongkat bendera, ataupun melempar baton. Mayoret kadang-kadang pula melakukan beragam atraksi sulap, ataupun atraksi tertentu untuk menarik perhatian seperti kombinasi memainkan, memutar-mutarkan, serta melempar hingga empat baton secara bersamaan.[1]
Di Indonesia, peran mayoret dalam sebuah grup drum band tidak hanya terbatas fungsinya sebagai penari, mayoret lebih sering memerankan sebagai pemimpin, pemandu barisan dalam membentuk suatu formasi dalam penampilan. Terkadang seorang mayoret dapat pula menggantikan fungsi komandan lapangan (dalam bahasa Inggris disebut Field Commander) pada saat-saat tertentu. Beberapa grup marching band di Indonesia masih menggunakan mayoret sebagai salah satu bagian dalam penampilannya, namun dalam perkembangannya keberadaan mayoret mulai ditanggalkan.


Orkes barisan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Orkes barisan (Inggris: marching band) adalah sekelompok barisan orang yang memainkan satu atau beberapa lagu dengan menggunakan sejumlah kombinasi alat musik (tiup, perkusi, dan sejumlah instrumen pit) secara bersama-sama. Penampilan orkes barisan merupakan kombinasi dari permainan musik (tiup, dan perkusi) serta aksi baris-berbaris dari pemainnya. Umumnya, penampilan Orkes barisan dipimpin oleh satu atau dua orang Komandan Lapangan dan dilakukan baik di lapangan terbuka maupun lapangan tertutup dalam barisan yang membentuk formasi dengan pola yang senantiasa berubah-ubah sesuai dengan alurkoreografi terhadap lagu yang dimainkan, dan diiringi pula dengan aksi tarian yang dilakukan oleh sejumlah pemain bendera.
Orkes barisan umumnya dikategorikan menurut fungsi, jumlah anggota, komposisi dan jenis peralatan yang digunakan, serta gaya atau corak penampilannya. Pada awalnya orkes barisan dikenal sebagai nama lain dari drum band. Penampilan orkes barisan pada mulanya adalah sebagai pengiring parade perayaan ataupun festival yang dilakukan di lapangan terbuka dalam bentuk barisan dengan pola yang tetap dan kaku, serta memainkan lagu-lagu mars. Dinamika keseimbangan penampilan diperoleh melalui atraksi individual yang dilakukan oleh mayoret, ataupun beberapa personel pemain instrumen. Namun saat ini permainan musik orkes barisan dapat dilakukan baik di lapangan terbuka ataupun tertutup sebagai sebagai pengisi acara dalam suatu perayaan, ataupun kejuaraan.
Komposisi musik yang dimainkan orkes barisan umumnya bersifat lebih harmonis dan tidak semata-mata memainkan lagu dalam bentuk mars, ragam peralatan yang digunakan lebih kompleks, formasi barisan yang lebih dinamis, dan corak penampilannya membuat orkes barisan merupakan kategori yang terpisah dan berbeda dengan drum band yang umumnya memiliki komposisi penggunaan instrumen perkusi yang lebih banyak dari instrumen musik tiup. Tipikal bentuk dan penampilan drum band yang paling dikenal adalah drum band yang dimiliki oleh institusi kemiliteran ataupun kepolisian. Adaptasi lebih lanjut dari penampilan orkes barisan di atas panggung adalah dalam bentuk brass band.
Sejarah
Orkes barisan bermula dari tradisi purba sebagai kegiatan yang dilakukan oleh beberapa musisi yang bermain musik secara bersama-sama dan dilakukan sambil berjalan untuk mengiringi suatu perayaan ataupun festival. Seiring dengan perjalananan waktu, orkes barisan berevolusi menjadi lebih terstruktur dalam kemiliteran di masa-masa awal era negara kota. Bentuk inilah yang menjadi dasar awal orkes militer yang kemudian menjadi awal munculnya orkes barisan saat ini.[1][2]
Meskipun pola orkes barisan telah berkembang jauh, masih terdapat cukup banyak tradisi militer yang bertahan dalam budaya orkes barisan, tradisi milter tersebut tampak pada atribut-atribut seragam yang digunakan, tata cara berjalan, model pemberian instruksi dalam latihan umumnya masih merupakan adaptasi dari tradisi militer yang telah disesuaikan sedemikian rupa.
Di Indonesia, budaya orkes barisan merupakan pengembangan lebih lanjut atas budayadrum band yang sebelumnya berada di bawah naungan organisasi PDBI (singkatan dari “Persatuan Drum Band Seluruh Indonesia”) yang dibina oleh Menpora (singkatan dari “Menteri pemuda dan olahraga”). Orkes barisan lahir sebagai kegiatan yang memfokuskan penampilan pada permainan musik dan visual secara berimbang, berbeda dengan drum band yang lebih memfokuskan sebagai kegiatan olahraga. Dalam perkembangannya, orkes barisan di Indonesia banyak mengadaptasikan variasi teknik-teknik permainan yang digunakan oleh grup-grup drum corps di Amerika, khususnya pada instrumen perkusi. Hal ini membuat corak permainan dalam penampilan orkes barisan menjadi lebih mudah dibedakan dari corak penampilan drum band.
Instrumen
Instrumen yang digunakan dalam penampilan orkes barisan umumnya dapat dikelompokkan pada beberapa kategori menurut jenis dan cara memainkannya. Pengelompokkan ini secara tidak langsung pula memengaruhi struktur organisasi kepelatihan yang umumnya dispesifikasikan menurut kategori-kategori tersebut, masing-masing kategori memiliki pelatih tersendiri. Selain kepelatihan, pengelompokkan ini umumnya berpengaruh pula pada perilaku sosial para pemain yang terlibat dengan menciptakan kelas-kelas sosial non-formal yang membentuk kebanggaan kelompok.

Instrumen musik tiup
Pada mulanya, ragam instrumen musik tiup yang digunakan dalam orkes barisan identik dengan yang digunakan drum band (orkes barisan versi terdahulu). Namun pada perkembangannya, beberapa jenis instrumen musik tiup seperti cornet, clarinet, flugelhorn,saksofon (termasuk di dalamnya sofrano, alto, dan tenor), trombone, sousaphone, dan fluteyang jamak digunakan sebelumnya sudah ditinggalkan. Umumnya, instrumen musik tiup yang digunakan dalam orkes barisan menggunakan nada dasar B
atau F. Jenis-jenis instrumen musik tiup yang digunakan orkes barisan umumnya adalah:
§ Trompet
§ French Horn
§ Mellophone
§ Tenor Horn
§ Baritone, Euphonium
§ Contra Bass/Tuba
Instrumen musik perkusi
Instrumen musik perkusi dalam orkes barisan merupakan jenis instrumen bergerak yang dibawa oleh pemain dan dimainkan dalam barisan seperti halnya instrumen musik tiup. Seksi yang memainkan instrumen musik perkusi sambil berjalan disebut juga sebagai lini drum atau battery. Ragam instrumen musik perkusi yang digunakan orkes barisan umumnya lebih sedikit dari yang digunakan pada drum band. Instrumen-instrumen tersebut adalah:
§ Snare drum
§ Drum tenor / Quint
§ Drum bass (umumnya menggunakan 4 sampai 6 jenis drum bass yang berbeda)
§ Simbal
Instrumen pit (statis)
Instrumen pit pada dasarnya merupakan instrumen musik perkusi yang bernada. Pada penampilan orkes barisan, jenis instrumen ini bersifat statis, pemainnya tidak ikut dalam barisan seperti kelompok instrumen lainnya melainkan memainkannya di bagian depan lapangan yang digunakan dalam penampilan. Ragam jenis instrumen yang digunakan orkes barisan umumnya lebih bervariatif dibandingkan drum band (orkes barisan terdahulu). Beberapa grup orkes barisan bahkan kadang-kadang merakit sendiri instrumen pit untuk menghasilkan suara-suara unik dalam musik yang dimainkan. Jenis-jenis instrumen pit yang umumnya digunakan pada penampilan orkes barisan antara lain:
§ Xylophone
§ Vibraphone
§ Marimba
§ Simbal
§ Gong cina
§ Timpani
§ Drum bass konser
§ Tubular bell
Instrumen bendera
Instrumen bendera tidak digunakan untuk bermain musik, melainkan dimanfaatkan oleh pemainnya sebagai alat bantu aksi tarian untuk menghasilkan efek-efek visual tertentu yang mendukung penampilan. Pada praktiknya, pemain instrumen ini tidak selalu menggunakanbendera sebagai aksesori, namun bisa menggunakan peralatan-peralatan lain seperti senapan kayu, selendang, panji-panji, atau bahkan sapu, tergantung pada koreografinya untuk mendukung penampilan secara keseluruhan. Namun biasanya instrumen dasar yang digunakan adalah; bendera, dan senapan kayu.
Aspek-aspek penampilan
Aspek-aspek yang terkait dalam penampilan orkes barisan pada dasarnya dikelompokkan dalam dua kategori utama, yaitu aspek musikal dan aspek visual. Pengelompokkan ini berpengaruh pula pada metode pelatihan pada proses penyiapan sehingga sebuah grup orkes barisan siap tampil. Umumnya latihan atas masing-masing aspek tersebut dilakukan secara terpisah terlebih dulu sebelum digabungkan sebagai sebuah penampilan utuh.
Aspek musikal
Lagu-lagu yang dibawakan dalam satu penampilan orkes barisan umumnya membawa saturagam yang sama atau merupakan kombinasi atas beberapa ragam dalam satu tema yang sama, namun ragam yang dibawa dalam satu penampilan tiap-tiap orkes barisan bisa berbeda-beda.
Secara struktural, umumnya karakteristik lagu-lagu yang dibawakan tiap-tiap orkes barisan memiliki tipikal elemen yang sama. Bagian “pembuka” yang ditujukan untuk mendapat perhatian penonton, “solo perkusi” atau disebut dengan feature, “balada” yang menampilkan solo musik tiup bersama dengan solo perkusi, dan “penutup” sebagai puncak dari penampilan. Di masing-masing elemen tersebut sering pula diwarnai dengan variasi teknik permainan, termasuk didalamnya permainan tempo, birama, yang ditujukan untuk mendapatkan satu dinamika permainan yang lebih seimbang, serta sebagai wahana menunjukkan keterampilan grup.
Aspek visual
Koreografi merupakan inti utama dari aspek visual dalam penampilan orkes barisan. Di dalamnya melingkupi alur pola atas formasi baris berbaris yang digunakan, aksi-aksi tarian yang dibawakan oleh para pemain bendera, gerakan-gerakan untuk menampilkan satu efek visual tertentu yang dilakukan oleh satu, sekelompok, atau seluruh pemain yang terlibat dalam formasi barisan. Seringkali penampilan marching band menggunakan aksesoris-aksesoris tambahan yang dimainkan oleh beberapa orang pemain untuk mendukung mendapatkan efek visual tertentu secara keseluruhan.
Perangkat lunak
Bentuk penampilan orkes barisan yang dinamis umumnya membuat kompleksitas aransemen lagu dan perancangan formasi barisan menjadi lebih tinggi. Para pelatih orkes barisan instrumen musik umumnya memanfaatkan perangkat lunak sebagai alat bantu untuk memecahkan tingkat kompleksitas tersebut dalam proses aransemen lagu, melakukan ekstraksi atas partitur ke dalam tiap-tiap kelompok instrumen musik (termasuk instrumen musik tiup, perkusi, dan pit). Demikian pula halnya dengan pelatih visual, perangkat lunak digunakan untuk mempermudah perancangan formasi barisan, simulasi dan analisis atas kemungkinan terjadinya tabrakan antar pemain, dan visualisasi permainan tiap lagu dalam suatu penampilan.
Beberapa perangkat lunak yang tersedia saat ini bahkan mampu menggabungkan desain formasi barisan dan aransemen musik sehingga menjadi suatu bentuk model pertunjukan yang digunakan untuk memberikan gambaran atas simulasi pertunjukan kepada seluruh pemain yang terlibat dengan tujuan untuk mempermudah pemain dalam memahami alur pertunjukan dan aliran pergerakan formasi barisan.
§
Perangkat lunak pembantu perancangan aransemen lagu
§
Perangkat lunak pembantu perancangan formasi barisan
Kompetisi
Kompetisi umumnya menjadi perangsang atas kemajuan orkes barisan di Indonesia. Dengan adanya kompetisi ini, masing-masing orkes barisan umumnya berupaya untuk mengembangkan, atau mengadaptasikan teknik-teknik permainan tertentu untuk menunjukkan kemampuan grup orkes barisan tersebut, atau menciptakan satu keunikan yang berbeda sehingga menjadi ciri khas penampilan suatu orkes barisan. Skala kompetisi ini bisa mencakup tingkat daerah, provinsi, ataupun nasional. Di Indonesia terdapat cukup banyak ajang kejuaraan tingkat nasional yang diselenggarakan, namun yang umumnya frekuentif diselenggarakan secara konsisten adalah Grand Prix Marching Band.
Drumline
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Untuk kegunaan lain dari drumline sebagai seksi perkusi dari marching band yang dibahas pada artikel ini, lihat Drumline (film).
Drumline merupakan seksi perkusi yang umumnya bermain sebagai bagian dari suatu penampilan ensembel musik yang dimainkan sambil berjalan.[1] Drumline biasanya tergabung dalam suatu grup marching band, namun kadang-kadang dapat pula eksis sebagai sebuah ensembel mandiri.[2] Istilah battery biasanya secara spesifik menunjuk pada bagian dari drumline. battery merupakan sekelompok orang dalam drumline yang melakukan beragam gerakan dan aksi manuver di lapangan. Instrumen-instrumen yang digunakan dalam battery biasanya terdiri atas snare drum, drum tenor yang dikenal pula sebagai quint-tom, drum bass, dan simbal.[2]Instrumen-instrumen lainnya yang digunakan dalam penampilan drumline yang umumnya bersifat statis disebut sebagai ensembel muka atau instrumen pit.[2] Instrumen pit tidak dimainkan dalam barisan seperti halnya battery, melainkan umumnya diletakkan di sebelah depan lapangan yang digunakan dalam penampilan.
Battery
Drumline Eagle High School, Amerika.
Pada masa lalu, selain dari instrumen-instrumen battery yang umum digunakan saat ini, marching timpani merupakan salah satu instrumen yang digunakan sebagai bagian dari battery. Namun dalam perkembangannya, instrumen ini pada akhirnya diadaptasikan penggunaannya sebagai instrumen pit. Demikian pula halnya dengan instrumen pit lainnya seperti lira, silofon, dan vibraphone. Dalam penampilan marching band modern saat ini para pemain snare drum, tenor, drum bass, dan kadang-kadang simbal umumnya disebut pula sebagai battery, sementara pit, atau ensembel muka, sebagai perlengkapan yang dimainkan di depan lapangan permainan.
Komandan Lapangan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Drum major Marching Band Universitas Texas Tech
Drum Major, atau Field Commander, atau Komandan Lapangan adalah pemimpin dari suatu penampilan marching band yang diperankan oleh satu atau dua orang yang memimpin penampilan di atas panggung ataupun podium. Seorang komandan lapangan bertugas memberi perintah baik secara verbal, menggunakan isyarat melalui gerakan tangan, ataupun baton atas suatu gerakan dalam barisan, artikulasi suara, ataupun menjaga tempo dalam permainan. Pada penampilan parade sebuah drum band, peran komandan lapangan kadang-kadang digantikan pula oleh mayoret. Biasanya seorang komandan lapangan mengenakan seragam yang berbeda dari yang dikenakan oleh pemain lainnya, umumnya menggunakan ornamen dan aksesoris yang lebih mencolok sehingga menarik perhatian publik.
Sejarah
Keberadaan komandan lapangan dalam marching band bermula dalam tradisi korps drum militer inggris di tahun 1650. Kalangan militer saat itu umumnya melaksanakan instruksi ataupun berperang atas instruksi yang diberikan melalui isyarat dari komandannya, dan penampilan korps drum yang dipimpin oleh komandan lapangan bertugas memberikan instruksi-instruksi dalam bentuk isyarat kapada seluruh pemain.
Pada dasarnya, komandan lapangan korps drum militer bertanggung jawab atas:
§ Pemberi instruksi pada seluruh pemain
§ Disiplin militer atas seluruh anggota dalam korps drum
§ Standar seragam dan aksesoris penampilan seluruh pemain
§ Melaksanakan fungsi administratif korps
§ Melatih dasar baris-berbaris militer, koreografi, dan gerakan pemain
Notasi musik
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Notasi musik adalah sistem penulisan karya musik. Dalam notasi musik, nada dilambangkan oleh not (walaupun kadang istilah nadadan not saling dipertukarkan penggunaannya). Tulisan musik biasa disebut partitur.
Notasi musik standar saat ini adalah notasi balok, yang didasarkan pada paranada dengan lambang untuk tiap nada menunjukkan durasi dan ketinggian nada tersebut. Tinggi nada digambarkan secara vertikal sedangkan waktu (ritme) digambarkan secara horisontal. Durasi nada ditunjukkan dalam ketukan.
Terdapat pula bentuk notasi lain, misalnya notasi angka yang juga digunakan di negara-negara Asia, termasuk Indonesia, India, danTiongkok.
Notasi balok
Notasi Gregorian awal notasi balok
Notasi Gregorian, ditemukan oleh Paus Agung Gregori pada tahun 590, .[1] adalah awal penulisan musik dengan not balok. Namun, Notasi Gregorian belum ada panjang nada (dinyanyikan sesuai perasaan penyanyi) dan masih dengan balok not yang 4 baris.
Not balok yang sekarang ini telah sempurna sekali untuk musik dibandingkan Notasi Gregorian.
[sunting]Unsur-unsur notasi balok
Interval not antarspasi (atau antargaris) adalah terts, sedangkan interval antara garis dan spasi adalah sekunde.
Dalam notasi balok, sistem paranada bergaris lima digunakan sebagai dasar. Bersama dengan keterangan mengenai tempo, ketukan, dinamika, dan instrumentasi yang digunakan, not ditempatkan pada paranada dan dibaca dari kiri ke kanan. Durasi nada dilambangkan dengan nilai not yang berbeda-beda, sedangkan tinggi nada dilambangkan dalam posisi not secara vertikal pada paranada. Interval dua not yang dipisahkan satu garis paranada (yaitu berada pada dua spasi yang bersebelahan) seperti digambarkan pada ilustrasi di samping merupakan interval terts, sedangkan interval antara not pada spasi dengan not pada garis adalah interval sekunde. Tanda kunci pada awal paranada menunjukkan tinggi nada yang diwakili oleh garis dan spasi pada paranada tersebut. Pada gambar di samping, kunci-Gdigunakan, menandakan bahwa garis kedua dari bawah melambangkan nada g¹. Dengan demikian, interval terts pada gambar di samping adalah pasangan nada a1–c2, sedangkan interval sekunde merupakan pasangan nadaa1–b1. Not-not yang melambangkan tinggi nada di luar jangkauan kelima garis paranada dapat digambarkan dengan menggunakangaris bantu yang diletakkan di atas atau di bawah paranada.
Contoh penggunaan notasi balok
Penggunaan notasi balok dijelaskan dalam contoh yang diambil dari bagian awal karya Johann Strauss, An der schönen blauen Donauyang disederhanakan ( perdengarkan).
Bagian awal An der schönen blauen Donau yang disederhanakan.
1. Di sebelah kiri atas pada awal lagu biasanya ditempatkan petunjuk tempo (yaitu kecepatan lagu), seringkali dalam bahasa Italia, yang di sini menunjukkan “tempo waltz”. Selain itu juga terdapat penanda metronom dalam satuan BPM (beats per minute), di sini 142 ketukan per menit.
2. Tanda birama menunjukkan ritme lagu. Angka di bagian atas tanda birama menunjukkan jumlah ketukan per birama, sedangkan angka di bawah menunjukkan nilai not per ketukan. Tanda birama 3/4 di sini menunjukkan bahwa terdapat tiga ketukan dalam birama, satu ketukan kuat diikuti dua ketukan lemah, dan masing-masing ketukan bernilai not seperempat.
3. Garis birama merupakan pemisah antarbirama.
4. Pada bagian awal paranada terdapat kunci-G yang menandakan bahwa garis kedua dari bawah melambangkan nada g¹(berfrekuensi sekitar 418 Hz).
5. Tanda mula utama yang di sini terdiri dari dua tanda mula kres pada garis nada c dan f menunjukkan bahwa kedua nada tersebut dinaikkan setengah nada dalam semua oktaf (dimainkan sebagai nada cis dan fis) serta menunjukkan bahwa karya musik bersangkutan bertangga nada D mayor atau B minor.
6. Not pertama adalah not seperempat dengan nada d1, dengan dinamika (nyaring lembutnya suara) mf (bahasa Italia, mezzo forte: agak nyaring). Dapat dilihat bahwa not tersebut langsung diikuti garis birama walaupun tiga ketuk dalam birama tersebut belum selesai. Dengan demikian, karya ini dimulai bukan dengan ketukan pertama bertekanan, melainkan dengan ketukan ketiga lemah dalam suatu birama pembuka (anacrusis).
7. Not kedua juga merupakan not seperempat dan bernada d1 yang jatuh pada ketukan pertama dalam birama berikutnya.
8. Tanda legato menghubungkan not d1 tersebut dengan not fis1 dan a1, menandakan bahwa ketiga not tersebut harus dimainkan secara legato (sambung-menyambung).
9. Pada birama berikutnya terdapat not setengah bernada a1 berdurasi dua ketukan.
10. Berikutnya terdapat not seperempat dengan dua kepala not pada posisi nada fis2 dan a2, menandakan bahwa kedua nada tersebut harus dimainkan bersamaan. Di atas not tersebut terdapat tanda staccato, menandakan bahwa not tersebut harus dimainkan secara staccato (terpisah nyata dari not sebelum dan sesudahnya).
11. Tanda diam seperempat menandakan bahwa tidak ada nada yang dimainkan selama (dalam hal ini) satu ketukan.
12. Di bawah tiga birama terakhir terdapat tanda decrescendo, menandakan bahwa pada ketiga birama tersebut terdapat perubahan dinamika, yaitu dimainkan makin melembut (dapat juga ditulis decresc. atau dim., diminuendo).
Notasi Angka
Dalam notasi angka, not ditentukan dengan angka 1 (do), 2 (re), 3 (mi), 4 (fa), 5 (sol), 6 (la) dan 7 (si). Nada 1 tanpa titik merupakan nada C natural di notasi balok. Tanda satu titik di atas not, menunjukkan bahwa not tersebut naik satu birama dari nada asli, sedangkan tanda satu titik di bawah not menunjukkan bahwa not tersebut turun satu birama dari nada asli.
Membaca Notasi Angka
Notasi angka 4 suara SATB
1. Do = G menunjukkan nada dasar lagu tersebut.
2. 4/4 menunjukkan Tanda birama yang menunjukkan ritme lagu. Angka di bagian atas tanda birama menunjukkan jumlah ketukan per birama, sedangkan angka di bawah menunjukkan nilai not per ketukan. Tanda birama 4/4 di sini menunjukkan bahwa terdapat empat ketukan dalam birama, satu ketukan kuat diikuti tiga ketukan lemah, dan masing-masing ketukan bernilai not seperempat
3. Tempo = 66 menunjukkan tempo lagu, artinya dalam satu menit ada 66 ketuk.
4. SATB menunjukkan tipe suara yang menyanyikan baris tersebut.
5. P berarti ‘piano’ yang berarti lembut, artinya lagi ini dengan dinamika yang lembut.
6. Tanda Crescendo yang dilanjutkan dengan tanda decrescendo, menunjukkan ada perubahan dinamika, yakni mengeras, kemudian melembut lagi.
7. Garis birama yang merupakan pemisah antar birama.



Sumber : https://gitaperirana.wordpress.com/informasi/instrumen-musik-tiup-marching-band/


Share:

DRUM BAND DAN MARCHING BAND

Kita ketahui maraknya perlombaan drum band maupun marching band sekarang ini semakin berkembang dengan pesat baik tingkat daerah, nasional maupun internasional. Berbagai macam perlombaan bergengsi seperti Grand Prix Marching Band (GPMB) yang merupakan kejuaraan rutin di dunia marching band Indonesia, yang digelar secara nasioanal pada akhir tahun dan diikuti oleh hampir seluruh unit marching band yang ada di Indonesia selain itu, Hamengku Buwono Marching Band Championship di Yogyakarta juga merupakan salah satu ajang kompetisi marching band yang banyak di ikuti di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh piala yang bersifat sakral dan khusus dari Sri Sultan Hamengku Buwono yang dilapisi emas, perak, dan perunggu serta merupkan lambang mahkota kerajaan Ngayogyakarta menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemain atau grup marching band .
            Sebagai pemain maupun pelatih drum band selayaknya kita mengetahui dengan baik apa pengertian dari drum band dan  marching band , dan diharapkan pula mampu membedakan antara drum band dan marching band, secara garis besar drum band di artikan sebagai suatu kelompok orkes barisan musik yang lebih banyak memainkan alat pukul seperti snare drum, tenor drum, bass drum, trio atau kuarto tom, simbal, marching bell atau bellyra dan hanya beberapa alat tiup saja, dan kita ketahui istilah drum band hanya digunakan di Indonesia, sedangkan marching band sendiri memiliki arti suatu grup yang terdiri dari sejumlah orang yang memainkan alat-alat musik di sertai dengan  melakukan banyak gerakan (umumnya baris berbaris) dan punya para pendukung (diluar pemain musik) seperti pembawa bendera atau penari.
Dahulu marching band dimainkan untuk mengiringi suatu perayaan atau festival yang dilakukan di lapangan terbuka dalam bentuk barisan dengan pola yang tetap dan kaku, serta memainkan lagu-lagu mars. Dinamika keseimbangan penampilan diperoleh dari atraksi individual yang dilakukan oleh mayoret atau beberapa  personil pemain instrumen. Namun saat ini marching band dapat dilakukan baik di lapangan terbuka maupun tertutup sebagai pengisi acara suatu festival atau kejuaraan.
Banyak orang yang salah kaprah mengartikan bahwa suatu barisan okestra atau parade musik disebut sebagai drum band, jika kita pelajari secara mendalam dapat kita ketahui bahwa drum band dan marching sangat berbeda. Drum band dalam komposisi alat tiup brass section, tidak lengkap, biasanya hanya trumpet, mellophone dan trombone, sisanya memakai pianika dan recorder. Untuk alat music pukul perbandingannya dengan alat tiup biasanya lebih banyak dan komposisi alat music pukul sendiri banyak Snare drum-nya dan masih memakai Marching Bell atau Bellyra. Untuk komposisi lagu lebih cenderung ke arah mars serta tidak mementingkan kualitas musik dan baris.

Marching band memiliki komposisi alat tiup terdiri dari logam dan kayu dan arahnya tidak semua menghadap ke depan. Perbandingan alat tiup dan perkusi seimbang. komposisi musik sudah mementingkan segi kualitas musikalitas, tapi tidak terlalu dipentingkan dalam baris berbaris. Rata-rata komposisi alat tiup 35-45, perkusi 16-24, color guard 6-16.

Setelah mengetahui perbedaan antara drum band dan marching band alangkah baiknya kita mengenal nama alat serta fungsi dari setiap alat – alat yang digunakan  dalam drum band maupun marching band berikut beberapa nama alat beserta fungsinya :
1.      Stick Mayoret
Adalah sebuah stick atau tongkat yang dipegang oleh seorang leader dalam suatu parade drum band ( Mayoret / Mayor ), Stick Mayoret digunakan untuk menentukan lagu apa yang akan di mainkan, gerakan / formasi apa yang akan dilakukan, serta kapan drum band akan dimulai / diakhiri.
2.      Snare Drum
Adalah suatu alat musik pukul drum band berbentuk tabung yang terdiri dari tabung dan dua buah membrane / head  atas dan bawah, pada umumnya head bagian bawah lebih tipis dan berwarna bening, alat ini dimainkan dengan cara dipukul dengan dua bilah stick kayu. Dinamakan snare drum karena ketika dipukul akan berbunyai “ R” dan di head / membrane bagian bawah tabung terdapat snar untuk memantulkan suara pada setiap ketukan stik dan alat ini memiliki sebuah tarikan di samping bodi alat untuk mengatur bunyi yang dihasilkan.
3.      Tenor Drum
Adalah alat musik pukul drum band berbentuk tabung menyerupai snare drum, hanya di bagian bawah membrane / head tabung tidak terdapat snar, dan membrane / head bagian bawah sama tebalnya dengan bagian atas, karena alat ini dimainkan dengan cara dipukul dengan dua buah stick yang ujungnya terbuat dari spon karet yang keras dan lentur.
4.      Bass Drum
Adalah alat musik pukul drum band berupa tabung yang besar, dengan dua buah head / membran tebal di atas dan bawahnya, dimainkan dengan cara dipukul dengan dua buah stik yang lebih besar dari stik tenor drum. Fungsi utama bass drum adalah memberikan nada bass untuk mengakhiri suatu ketukan dalam setiap nada-nada lagu yang dimainkan.
5.      Cymball
Adalah alat musik yang terdiri dari 2 buah lempengan dan sekrap ( pegangan ) yang berbentuk bulat dimainkan dengan cara dipukulkan pada tiap masing-masingnya. Cymball sudah dimainkan sejak dari zaman kuno dan pembuat cymbal yang paling terkenal berasal dari Turki yang dalam pembuatannya masih merahasiakan massa campuran logam yang digunakan.
6.      Marching Bell dan Bellyra
Marching dan Bellyra adalah alat musik yang sama – sama terdiri dari beberapa bilahan yang memiliki nada irama tersendiri dan dipukul menggunakan stick mika serta berfungsi sebagai melodian. perbedaanya kedua alat ini hanya dalam pembawaanya saja biasanya marching bell dalam pembawaanya menggunakan sebuah harness dan di mainkan dalam keadaan posisi alat tertidur berbeda dengan bellyra yang pembawaanya menggunakan sabuk dan dimainkan dalam keadaan berdiri disandarkan di badan depan pemain musik.
7.      Terompet
Adalah alat musik tiup dalam marching band yang digunakan sebagai soprano, umumnya digunakan sengabia melodian dalam musik. Meski demikian umumnya dalam aransemen musik marching band fungsionalitas soprano dibagi menjadi dua atau tiga kelompok untuk memainkan nada yang berbeda (biasanya mengisi rentang suara sopran, dan mezzo-sopran). Pada umumnya grup-grup marching band di Indonesia menggunakan terompet bernada dasar B, namun ada pula yang menggunkan terompet bernada fasar G.
8.      Mellophone
Mellophone merupakan instrumen musik tiup yang ditujukan sebagai pengisi suara alto-soprano. Penggunaan mellophone dalam marching band pada umumnya lebih diminati karena suara dan intonasi yang dihasilkannya lebih konsisten dibandingkan instrumen musik sejenis seperti French Horn. Jenis mellphone yang paling banyak digunakan umumnya bernada dasar F, namun banyak pula ditemukan instrumen bernada dasar G. Biasanya sebuah instrumen mellophone memiliki kemampuan untuk dimainkan dengan nada dasar G ataupun F dengan mengganti panjang pipa udara yang umumnya tersedia sebagai bagian dalam kelengkapan instrumen tersebut.
9.      Trombone
Trombone adalah alat musik tiup yang merupakan keluarga dari brass, kata trombone berasal dari Italia  Tromba (trumpet) dan - one (akhiran yang berarti "besar"), sehingg berarti " terompet besar ", Trombone yang paling sering ditemui adalah trombone tenor dan trombone bass. Trombone tidak berpiston tapi berslide, slide adalah alat pengatur nada pada trombone, cara pengoperasiannya yaitu dengan cara ditarik dan di ulur agar menghasilkan nada yang sesuai dengan yang di inginkan. Beethoven adalah composer pertama yang mempopulerkan trombone dalam simfoninya.
10.  Baritone
Meskipun memiliki fungsi yang sama dengan instrumen yang digunakan dalam pertunjukan orkestra, bentuk baritone horn yang digunakan dalam penampilan marching band telah didisain secara khusus dengan corong menghadap ke muka dan umumnya telah dilengkapi dengan sistem tiga katup. Sesuai dengan namanya instrumen ini digunakan untuk mengisi suara dalam rentang nada baritone. Umumnya instrumen yang digunakan dalam penampilan marching band menggunakan nada dasar B.
11.  Contra Bass / Marching Tuba
Contra bass atau Tuba digunakan dalam penampilan musik marching band untuk mengisi suara dalam rentang nada bass. Perbedaan antara contra bass dan tuba terletak pada nada dasar yang digunakan pada instrumen tersebut. Jika nada dasar yang digunakan pada instrumen tersebut adalah G maka disebut dengan contra bass, sebaliknya bila menggunakan nada dasar B maka dinamakan sebagai tuba. Seperti umumnya instrumen musik tiup logam yang digunakan dalam penampilan marching band, instrumen ini telah didisain pula untuk dimainkan sambil berjalan dengan corong menghadap ke depan. Namun berbeda dengan instrumen musik lainnya, karena ukurannya yang besar, untuk memainkan instrumen musik ini dilakukan dengan cara dipanggul.
12.  Pianika
Adalah alat musik tiup kecil sejenis harmonika, tetapi memiliki bilah-bilah keyboard yang luasnya sekitar 3 oktaf, pianika dimainkan dengan menggunakan pipa lentur yamg ujungnya terdapat mouthpiece yang dihubungkan ke mulut.
13.  Recorder
Adalah alat music tiup yang sumber bunyinya berasal dari tekanan udara dan dimainkan dengan cara ditiup, recorder terbagi menjadi 6 macam yaitu :
a)      Recorder sopranino
b)      Recorder soprano
c)      Recorder alto
d)     Recorder tenor
e)      Recorder bass,
f)       Recorder great bass


            Setelah mengetahui perbedaan drum band dan marching band,  serta nama alat dan fungsinya semoga dapat menambah wawasan kita tentang drum band dan marching band. Dan semoga artikel yang jauh dari sempurna ini dapat sedikit memberi pengetahuan tentang drum band dan marching band.





Share:

READY STOK DRUM BAND

ANDA BISA CEK LANGSUNG KE TEMPAT KAMI

Popular

WhatsApp

Pages